TRIBUN-VIDEO.COM - Menjelang gugurnya, sementara ucapan Pak Yani memberikan kesan seolah-olah ia telah mempunyai firasat tentang apa yang akan terjadi pada dirinya.
Seorang kepala sekolah, yang dipercayakan Pak Yani untuk mendidik puteri-puterinya, menceritakan percakapannya terakhir dengan Pak Yani beberapa minggu sebelum ia gugur.
"Saya masih ingat betul. Jenderal Yani ketika itu berkata: PKI tidak akan membuat Republik Indonesia menjadi negara komunis, kecuali melalui mayat saya."
Sekitar waktu itu, tepatnya pada tanggal 29 Juli 1965 dalam ceramahnya di depan karyawan perminyakan Pak Yani menandaskan, "Di dalam soal ideologi kita tidak mengenal kompromi, soal ideologi adalah soal yang prinsipiil, tidak bisa dibeleid, tidak bisa diambil kebijaksanaan lain."
Perjuangan Pak Yani selama 20 tahun membuktikan tidak hampanya kata-kata itu. Bekas Shodanco Yani bertempur pada zaman revolusi fisik 1945 yang memproklamirkan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila.
Mayor Yani aktif dalam penumpasan pemberontakan PKI Madiun yang mau menyelewengkan Pancasila. Letkol Yani menumpas "Angkatan Ummat Islah" dan "Darul Islam" yang juga bermaksud mengubah ideologi negara.
Juga kenang-kenanganan yang paling akhir sekali lagi memberi kesan seolah-olah Pahlawan Yani telah mempunyai firasat tentang petualangan kontrarevolusi "Gerakan 30 September" yang pada saat menggeloranya Dwikora secara diam-diam menyiapkan tusukan maut kepada Republik Indonesia.
Kenang-kenangan terakhir itu berupa amanat untuk hari Angkatan Bersenjata tanggal 5 Oktober 1965 - amanat yang ia persiapkan menjelang gugurnya dan bahkan telah ia ditandatangani.
Dalam bagian pertama amanat itu, Pahlawan Yani berkata: "Sangat disesalkan bahwa didalam suasana ketegangan dan kesiapsiagaan menghadapi agresi militer Belanda,
timbullah apa yang dinamakan peristiwa Madiun pada bulan September 1948 yang merupakan tikaman di punggung Republik Indonesia. Dengan kekuatan TNI dibantu oleh rakyat peristiwa ini dapat diatasi."
Pahlawan Yani gugur. Penggantinya, Menteri/Pangad yang baru Major Jenderal Suharto menandaskan, bagi ABRI berlaku pepatah "Patah tumbuh hilang berganti".
Semangat Yani yang berkata, "Di dalam soal ideologi kita tidak kenal kompromi" tetap berkobar dalam hati penggantinya, dalam setiap anggota ABRI.
Mereka bertekad membela mati-matian dasar ideologi negara Pancasila. Kita kutip sekali lagi ucapan Pahlawan Yani dalam amanatnya untuk Hari Angkatan Bersenjata 5
Oktober 1965 dengan sedikit perobahan: Dengan kekuatan ABRI dibantu oleh rakyat peristiwa "G-30-S" pasti dapat diatasi. (Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1965) (*)
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.com dengan judul Terungkap Inilah Fakta-fakta Jenderal Ahmad Yani yang Tak Terungkap Kisahnya Bikin Merinding
https://batam.tribunnews.com/amp/2017/09/21/terungkap-inilah-fakta-fakta-jenderal-ahmad-yani-yang-tak-terungkap-kisahnya-bikin-merinding?page=4